Versi Bahasa Indonesia dari On Being Rich
“Orang terkaya di dunia adalah Bill Gates.
Kamu tidak kepingin kaya seperti dia?” si buyung menggoda si upik. “Ia bisa
membeli pulau, memiliki pesawat terbang, helikopter pribadi, sarapan pagi di New York, makan malam di
Paris, kalau mau.”
“Biarin aja. Mengapa mesti iri pada Bill
Gates?” kata si upik. “Apa kamu mau menukar Sonya, pacarmu dengan kekayaannya?
Atau menukar sebuah matamu? Eh, seorang ibu tak
mau kehilangan putranya di perang Teluk meski diganti dengan kekayaan
Bill Gates.
Meski miskin dalam uang dan harta benda, pak
Arif sebaliknya amat kaya dalam waktu luang. Setiap hari dijadikannya hari
libur untuk mengerjakan, melakukan,
belajar, berlatih apa yang paling disenanginya.
Bagi guru lari saya, kesehatan itulah
kekayaan yang tak ternilai besarnya. Di usia menjelang 70 tahun, selera
makannya tinggi, giginya masih utuh, suaranya kuat, matanya awas, badannya
lentur dan rasanya ia masih kuat berlari Jakarta-Depok. Ia tentu menolak
menukar kesehatannya dengan seluruh kekayaan Bill Gates. Bagi orang yang
disandera, kekayaan sebesar Bill Gates pun tidak ada apa-apanya dengan nyawa
dan kebebasannya.
Kalau kekayaan orang-orang kaya diberitakan di surat kabar, dibesar-besarkan, dikagumi,
kekayaan orang miskin diam-diam disyairkan, digubah para seniman bahkan sampai
dinyanyikan dalam sebuah opera Porgy and
Bess.
Porgy (seorang miskin):
Meski aku orang tak berpunya,
aku mempunyai matahari, dan bulan, bintang, lautan. Aku mempunyai kekasih. Aku
bagai hidup di surga sepanjang hari. Hatiku menyanyikan pemberianNya itu, yang
paling tak ternilai di seluruh dunia dan diberikanNya secara cuma-cuma! (Terjemahan bebas dari I Got Plenty O’ Nuttin’)
Nah, macam itulah kekayaan yang dinyanyikan seorang miskin.
“Maksudnya?” tanya si buyung.
“Mentang-mentang tak perlu dibayar, tak
dibisniskan, tanpa matahari, bulan, bintang, udara, langit, sungai, lautan,
kekasih, kehidupan menjadi suram dan mati. Tanpa kekayaan Bill Gates kita tetap
bisa hidup bahagia, blo-ooon.” jawab
si upik.
Jayakarta 21 April l998
No comments:
Post a Comment