Sunday, August 16, 2015

Cegah Perang Ketimbang Menyelamatkan Korban

Cegah Perang Ketimbang Menyelamatkan Korban

Tersentuh  pemandangan gadis Sudan yang kurus  kering, terjatuh karena kelaparan, dengan seekor burung pemakan bangkai yang sabar menunggui ajalnya, betul Kevin Carter merekamnya dulu dengan  kamera, baru kemudian mengusir burungnya.  Andaikan burung ini  menyerang anak gadis itu, apa ia akan  membiarkan  anak itu menjadi korban burung demi  membuat  foto  ini  menjadi suatu  karya  bernilai tinggi?Atau sebaliknya, menolong  anak  itu  dan  membiarkan kesempatan emas ini menjadi sia-sia?

Fotonya  memang berhasil meraih  hadiah Pulitzer. Tetapi  yang  jauh  lebih membahagiakannya   dari hadiah  itu  atau sekedar  uang  honor,  tentunya, bahwa  ia berhasil menggugah hati  nurani  manusia akan  kekejaman perang dengan segala  akibat yang amat mengerikan.

Tetapi  bagi saya yang tidak mengenal perang dari dekat, suara tangisan dan pemandangan anak  anjing yang sangat kotor, berbau tidak sedap,  kelaparan, kurus,  sakit,  kehujanan dan  dibuang  pemiliknya begitu  saja  di tempat  pembuangan  sampah  lebih memelas dan  menyentuh. Siapa yang  mau  memungut anak  anjing  macam itu?  Kematiannya  malah akan disyukuri.   

Namun,  seorang  penyayang   binatang malang,  - ia memang tidak  dapat mengabadikannya seperti Kevin Carter, ia tak akan bisa  dianugrahi hadiah  Nobel seperti Ibu Teresa  - menyelamatkan anak  anjing  ini.

Kini anak anjing  ini  bahagia, sehat,  bagus dan telah diangkat menjadi  anggauta keluarganya yang amat disayangi.

Dan saya berdoa, kalau saja dengan jepretan Kevin Carter,  anak gadis Sudan itu juga boleh bernasib baik seperti anak anjing ini dan juga bagi beribu-ribu  anak,  orang lain, tentara  yang menjadi korban  perang,  tetapi tidak sempat diabadikan, bukan saja orang Rwanda, Bosnia, Irak, Lebanon tapi juga orang Amerika, Inggris, Argentina, Israel, semua korban orang di manapun di bumi.

Meski jauh lebih baiklah jika umat manusia mence­gah  peperangan, ketimbang menolong, menyelamatkan korban;  pemilik tidak membuang  anak-anak anjing, kucingnya di tempat pembuangan sampah, di tengah jalan.
                                     
Agustus 1994

No comments:

Post a Comment