Arif dan Upi
“Andaikan
boleh mengulangi hidup ini, apa Upi yakin bisa hidup lebih baik dan
lebih bahagia dari hidup sekarang ini?” Tanya si Arif.
“Tentu
dan mau dong. Daripada Upi berteman dengan kamu, orang yang paling
jelek, brengsek, gila, usil, memusingkan di seluruh bumi.”
“Kalau
gue sih ogah. Tahu-tahu nanti Upi lahir sebagai si Mamat. Wah celaka.
Dasar untung, gue ditakdirkan lahir sekarang menjadi laki-laki. Kalau
engga?”
Lalu Arif berbisik: “ Apa Upi engga bahagia ditakdirkan dilahirkan sebagai perempuan?”
“Mau tahu aja.”
Juli 1996
No comments:
Post a Comment