Monday, August 17, 2015

Ratu Sehari Seumur Hidup

Ratu Sehari Seumur Hidup?

Dari Suara Karya, 16 Januari 1998

“Mesti diadakan pesta pernikahan dong, agar putri saya pernah merasakan menjadi ratu sekali seumur hidup. Mengenakan gaun pengantin, bermahkota bunga, bertahta di pelaminan di istana resepsi, naik Mercy, dielu-elukan hadirin. Itu impian setiap gadis.” Begitu keyakinan seorang ibu.

“Aduh, sedih benar. Ketimbang hanya sehari menjadi ratu di mata para tamu seumur hidup, jauh lebih baik menjadi ratu setiap hari sepanjang hidup di hati Sang Pangeran, alias pasangannya. Meski tanpa pesta pernikahan besar-besaran, tanpa cincin kawin dan tinggal di rumah amat kecil sekalipun.” Begitu bisik pak Arif pada saya.

No comments:

Post a Comment