Ratu Sehari Seumur Hidup?
Dari Suara Karya, 16 Januari 1998
“Mesti
diadakan pesta pernikahan dong, agar putri saya pernah merasakan
menjadi ratu sekali seumur hidup. Mengenakan gaun pengantin, bermahkota
bunga, bertahta di pelaminan di istana resepsi, naik Mercy, dielu-elukan
hadirin. Itu impian setiap gadis.” Begitu keyakinan seorang ibu.
“Aduh,
sedih benar. Ketimbang hanya sehari menjadi ratu di mata para tamu
seumur hidup, jauh lebih baik menjadi ratu setiap hari sepanjang hidup
di hati Sang Pangeran, alias pasangannya. Meski tanpa pesta pernikahan
besar-besaran, tanpa cincin kawin dan tinggal di rumah amat kecil
sekalipun.” Begitu bisik pak Arif pada saya.
No comments:
Post a Comment