Kecemplung
"Anak kucing itu masih
seperti bayi, jij tahu." Begitu cerita pak Johan pada istrinya. “Dia
berkeliaran di pinggir jalan mencari ibunya, tapi dia keliru mau ikutin
ik. Dia terperosok masuk got melalui celah penutup got.
"Ik
hampir engga pernah menyesal, jij tahu? Tapi kali ini ik nyeselin diri,
kenapa dibiarkan dia begitu aja di pinggir jalan. Tak tahan kalau ik
dengar tangisnya yang minta tolong.
"Bagaimana
mau nolongin kalau ik punya tangan aja yang bisa masuk merogoh kedalam
melalui celah? Kalau suaranya aja yang kedengaran ada dimana-mana,
tetapi dia engga kelihatan?
Tak kuat mengangkat,
menggeser penutup got, ik pulang, bangunin si Boy dan kembali lagi
membawa payung dan tali. Linggisnya engga jadi ik bawa. Tapi si Boy
engga mucul-muncul.
“Pak, ada anak kucing kecemplung di got” ik bilang, mau minta bantuan pak pemulung. “Biarin aja.” kata dia tak peduli.
"Ik
senang, mau kasih orang sepuluh ribu, kalau dia berhasil mengeluarkan
anak kucing itu. Tapi siapa? Tidak ada itu tukang sampah yang biasa
bantu kita. Ik coba pancing-pancing dengan gulungan tali, semoga dia
berpegangan di tali itu, tapi sia-sia, tidak tahu mesti mancing dicelah
yang mana, suaranya kan ada dimana-mana.
Ik
bukan orang yang suka tahayul lo. Ik engga percaya bisa ada mukjizat,
keajaiban. Ik pikir udah engga ada secuil harapan lagi dia bisa selamat.
Eh.
tiba-tiba si Boy muncul dan Heru, si Rocky punya supir lewat bersamaan.
Penuh semangat, dia orang ikut bantuin dan berhasil membuka penutup got
yang aduhai berat itu.
"Jij masih ingat kagak,
kejadian kapal selam nuklir Kursk dari Rusia yang tenggelam?
Berhari-hari orang-orang yang di daratan tentu engga bisa enak tidur,
enak makan, enak kerja kalau ingat kematian secara pelan-pelan yang
mengancam seluruh awak kapal. Nah, ik juga rasanya begitu kalau anak
kucing itu engga bisa ditolongin.
"Waktu orang
berhasil bukain pintu kapal itu, ternyata mereka semuanya udah mati.
Katanya kemasukan air. Waktu penutup got dibuka, ik punya kucing untung
masih hidup dan selamat, biar kedinginan, kebasahan, ketakutan selama
satu jam lebih.
Tentu aja ik paling bahagia di dunia.
No comments:
Post a Comment