Wednesday, August 19, 2015

Asal Saja Bisa Hidup Kembali


Si Benji, anjing saya, pernah botak dan begitu jelek, namun, tidak seperti kita, manusia,  ia tidak merasakan dirinya jelek, malu, malah saya yang mengajaknya jalan-jalan agak malu. Dengan senang ia ikut. Tidak ada anjing lain yang memandangnya rendah, pergi atau membuang muka jika jumpa dengan dia. 

Betapa manisnya ia menyapa saya dengan mengeluarkan kepalanya di antara celah-celah tembok pembatas tangga, atau meminta perhatian dengan bersandar sambil berdiri diatas dua kaki belakangnya, kala saya duduk di depan komputer atau organ.

Tentu ada juga banyak hal yang menjengkelkan.  Tetapi seandainya ia meninggal, serasa, saya dengan senang hati, rela mau membersihkan kotoran, muntahnya dan segala apa saja yang saya benci dan paling tidak suka mengerjakan untuknya, seperti menyuapkannya sendok demi sendok kalau ia sedang susah makan, asal saja ia bisa hidup kembali. 

Juli 2000 

No comments:

Post a Comment