Menyanyi indah adalah doa khusyuk.
Menyanyi indah adalah khotbah dalam bentuk syair, singkat, sarat, padat keindahan.
Menyanyi indah membuat orang terdiam, tidak bertepuk tangan.
Menyanyi indah adalah bisikan Tuhan.
Menyanyi indah adalah surga yang membuat manusia menjadi saudara, sesama.
Dari seratus kali menyanyi di kebaktian di gereja, mungkin cuma satu kali kami menyanyi indah.
Dari seratus kali menyanyi tanpa salah, hampir pasti ada satu kali kami menyanyi salah.
Agustus 2009
*****
Sang Pemimpin Paduan Suara Pada Anggautanya*:
Bila saudara melatih suara saudara dengan tekun Tuhan memberi saudara hadiah terindah yang tak dapat dibeli setinggi harga apapun: suara yang indah, kuat, kaya, meski tidak berdoa.
Bila tidak, meski saudara berdoa seribu kali untuk suara indah, Tuhan bilang: "Hai, orang malas, Aku tak sudi memberimu suara indah."
Jangan lupa, anda-anda amat hebat. Ini bukan untuk memuji saudara-saudara. Jika tidak, mana mungkin,Tuhan yang maha, maha hebat menciptakan ciptaanNya yang tidak sangat hebat juga,
Jika Saudara mempelajari, berlatih suatu lagu dengan sungguh-sungguh Ia mungkin membisikkan saudara sesuatu dan saudara menyanyi begitu bagus, itulah seni, bisikan Tuhan, bukan lagi kehebatan, kemahiran menyanyi. Jemaat, pendengar akan terdiam, tak dapat bertepuk tangan.
Jika persiapan tidak baik, hasil menyanyi buruk, anda stres, para pendengar ikut stres.
Jadi kalau persiapan, latihan baik, konser bagus, semua orang kebagian bagus, enak, untungnya, Kita menjadi orang kaya, kalau persiapan, latihan jelek, kita kecewa, menderita, semua pendengar kebagian engga enaknya, jeleknya, ruginya.
* Anggauta paduan suaranya orang-orang berumur antara 60 - 80 tahun, tanpa pendidikan musik, tanpa diseleksi.
Agustus 2009
*****
Saya lebih suka melatih anda menyanyi solo.
Kalau anda bagus solonya, itulah kebanggaan, kehebatan, berkat anda sendiri. Kalau anda lalu menyanyi didalam koor, andalah yang melindungi, menutupi penyanyi-penyanyi lain yang lemah dan membuat paduan suara lebih indah.
Kalau anda solonya jelek, sumbang, anda sendiri yang menanggung dan malu. Kalau anda lalu menyanyi dalam paduan suara, paduan suaralah yang menanggung malu, dosa anda karena menjadi jelek, sumbang.
2013
*****
Sang Pemimpin Paduan Suara Pada Anggautanya*:
Bila saudara melatih suara saudara dengan tekun Tuhan memberi saudara hadiah terindah yang tak dapat dibeli setinggi harga apapun: suara yang indah, kuat, kaya, meski tidak berdoa.
Bila tidak, meski saudara berdoa seribu kali untuk suara indah, Tuhan bilang: "Hai, orang malas, Aku tak sudi memberimu suara indah."
Jangan lupa, anda-anda amat hebat. Ini bukan untuk memuji saudara-saudara. Jika tidak, mana mungkin,Tuhan yang maha, maha hebat menciptakan ciptaanNya yang tidak sangat hebat juga,
Jika Saudara mempelajari, berlatih suatu lagu dengan sungguh-sungguh Ia mungkin membisikkan saudara sesuatu dan saudara menyanyi begitu bagus, itulah seni, bisikan Tuhan, bukan lagi kehebatan, kemahiran menyanyi. Jemaat, pendengar akan terdiam, tak dapat bertepuk tangan.
Jika persiapan tidak baik, hasil menyanyi buruk, anda stres, para pendengar ikut stres.
Jadi kalau persiapan, latihan baik, konser bagus, semua orang kebagian bagus, enak, untungnya, Kita menjadi orang kaya, kalau persiapan, latihan jelek, kita kecewa, menderita, semua pendengar kebagian engga enaknya, jeleknya, ruginya.
* Anggauta paduan suaranya orang-orang berumur antara 60 - 80 tahun, tanpa pendidikan musik, tanpa diseleksi.
Agustus 2009
*****
Saya lebih suka melatih anda menyanyi solo.
Kalau anda bagus solonya, itulah kebanggaan, kehebatan, berkat anda sendiri. Kalau anda lalu menyanyi didalam koor, andalah yang melindungi, menutupi penyanyi-penyanyi lain yang lemah dan membuat paduan suara lebih indah.
Kalau anda solonya jelek, sumbang, anda sendiri yang menanggung dan malu. Kalau anda lalu menyanyi dalam paduan suara, paduan suaralah yang menanggung malu, dosa anda karena menjadi jelek, sumbang.
2013
No comments:
Post a Comment