Saturday, October 1, 2016

Saturday, September 3, 2016

Anwar Sadat

     Anwar Sadat



Tidak ada kebanggaan, keberanian bila seorang presiden mengunjungi Negara yang telah ia taklukkan dengan memamerkan kekuatan angkatan bersenjatanya untuk menakut-nakuti. Anwar Sadat tanpa gentar mengunjungi Israel, “gua Singa” demi perdamaian.

Thursday, September 1, 2016

Voli Klasemen Tinggi Badan

 Voli Klasemen Tinggi Badan
Pemain-pemain bertanding menurut ukuran tinggi badan  mereka agar adil, setanding.
Bila tidak, Voli dimonopoli pemain tinggi-tinggi saja.
Putra
170 Cm kebawah  tinggi net 224 Cm
175 Cm       “               “         “  230 Cm
180 Cm        “               “        “   237 Cm
185 Cm         “              “         “   243 Cm
190 Cm         “               “         “   250 Cm
Putri
160 Cm  kebawah  tinggi net   205 Cm
165 Cm           “             “        “     211 Cm
170 Cm           “              “       “     217 Cm
175 Cm            “              “       “     224 Cm

180 Cm             “              “       “     230 Cm     

V o l i

  Voli:

Tahun 2000

Tahun 2000 seorang peneliti JVA (Japan Volley Ball Association) memasuki bagian dokumentasi perpustakaan  JVA, mengambil sebuah type script yang kertasnya sudah kecoklatan.

“Apa ini? Pemain-pemain Bola Voli yang relatip pendek” gumamnya. “Hm. Penulisnya Mr. Chew dari Indonesia. Omong kosong apa yang ia tulis disitu, pemain pendek Bola Voli dirugikan? Akan saya buktikan kebohongan ini.”

Lalu ia mulai meneliti:
Ke Biro Statistik ia menanyakan rata-rata pria, wanita Jepang. Ia mengukur tinggi pemain-pemain dari tingkat klub hingga tingkat nasional dalam kejuaraan-kejuaraan yang diadakan. Lalu membandingkannya dengan tinggi rata-rata statistik.

“Kurang ajar! Pengamatan Mr. Chew rupanya benar juga.”
Lalu ia meneliti pemain-pemain pendek dengan lompatan vertical yang paling tinggi membandingkannya dengan pemain-pemain tinggi yang lompatan vertikalnya juga paling tinggi. Kenyataannya lompatan pemain-pemain tinggi bahkan lebih tinggi dari pemain-pemain pendek. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, menggelengkan kepalanya tidak percaya.

Setelah melakukan bermacam-macam penelitian, akhirnya ia mengadakan percobaan “bending” dengan pemain-pemain pendek. Hasilnya lompatan vertical mereka meningkat mencapai 120 Cm! Percobaan dengan pemain-pemain super tinggi bahkan membawa hasil 130 Cm. Setelah mengetahui hasil penelitian dan percobaan yang ia lakukan, ia meloncat dan berteriak kegirangan:

“Informasi Mr. Chew benar, ia cuma tidak melakukan pembuktian ilmiah! Mengapa JVA begitu tolol mendiamkan tulisan itu sehingga hampir 20 tahun?”

“Klasemen Tinggi Badan yang ia sarankan itu suatu “mutiara” yang sudah ada di depan kita tinggal dipungut. Gagasan Klasemen dalam dunia tinju, Kelompok Umur sudah teruji kemampuannya. Orang tak perlu susah-susah “menyelam” untuk mencari “mutiara” baru di “lautan” peraturan-peraturan yang rumit dan dibuat-buat, yang belum tentu berhasil didapat dan bila didapat pun, belum tentu sebaik itu.”

Di Jepang orang bersorak “Banzai” merayakan diberlakukannya peraturan Klasemen Tinggi Badan.

Di tempat tidur, peneliti Jepang itu mengkhayal:
“Mengapa orang-orang Indonesia begitu bodoh membiarkan gagasan sebaik itu menghilang begitu saja sehingga  kemajuan Bola Voli mereka tetap berjalan terseok-seok saja? Apa mereka tidak menelitinya?”

“Arigato, Terima Kasih Mr. Chew” bisiknya, lalu ia pulas, puas dan berterima kasih … sebab Nipponlah menjadi pahlawannya, bukan Indonesia! Inikah yang dikendaki kita?

Dimuat Merdeka 7 Juni 1991


Kini di tahun 2016 telah melewati tahun 2000,  tetap tidak ada Bola Voli menurut Klasemen Tinggi Badan. Bola Voli Indonesia tetap berjalan terseok-seok.

Rudy Dan Gunalan

Rudy Dan Gunalan
Ada malam mencekam bagi keluarga Rudy.
Ada juga  malam mencekam bagi keluarga Gunalan.
Ada doa Ayah-Ibu yang mencintai Rudy.
Ada juga doa Ayah-Ibu yang mencintai Gunalan.
Ada Rakyat yang menanti-nanti Rudy.
Ada juga Rakyat yang menanti-nanti Gunalan.
Ada saat ciut hati Rudy.
Ada juga saat ciut hati Gunalan.
Ada setetes air mata yang dijatuhkan untuk Rudy.
Ada juga setetes air mata yang dijatuhkan untuk Gunalan.

Maka hiduplah Rudy!
Namun juga, hiduplah Gunalan!
Sebab kalah, menang tak pernah mengurangi kadar kepahlawanan seorang pahlawan.

Setelah pertarungan “neraka” itu selesai, Gunalan dalam wawancara mengatakan: “ … saya kira saya mempunyai kesempatan ketika saya memenangkan set pertama dengan 15 – 8 dan unggul 7 – 1 dalam set kedua. Hartono benar-benar kepala dingin. Saya mengatakan agak bergurau sebelum pertandingan: “JANGAN SUKA MENGGERTAK SEORANG TUA.” Saya bahkan hampir berbuat sebaliknya. Namun, saya juga amat bahagia. Saya mendekatinya dan Hartono mengatakan pada saya dalam bahasa Indonesia: ‘Saya bernasib baik.’ Tetapi anda jangan membuat kesalahan. Rudy Hartono benar-benar seorang juara.

Saya berharap ia menang lagi tahun depan dan membuatnya delapan kali (juara bulu-tangkis All England, penulis) berturut-turut.” Dari Merdeka
Kebesaran jiwa kedua ksatria itu membuka mata kita akan kehebatan lawan masing-masing.


Maret 1974

Tuesday, August 30, 2016

Untuk Para Pahlawan Bulutangkis Kita

 Untuk Para Pahlawan Bulutangkis Kita
1.       Bahwa kalah itu wajar. Tidak pernah kalah, tak wajar.
2.       Bahwa  Wong Peng Soon, Erland Kops, Pri, Delfs, Houw, Tang, Han Jian, Prakash, Sonneville, Joe Hok, Rudy, King, Ie, Christian adalah pemain-pemain hebat, tetapi mereka bukanlah Super dan yang tak dapat dikalahkan. Jangan melemahkan pemain sendiri dengan  menyanjung-menyanjungnya.

3.       Bahwa kitapun bukan Super Power dalam dunia bulutangkis; R.R.C. pun bukan. Jangan bohongi diri sendiri.
4.       Bahwa sesempurnanya segala persiapan, betapapun kita mengoreksi segala kegagalan kita, kita hanya dapat memperbesar peluang, bukan menjamin gelar juara.

5.       Bahwa Rudy, Ie, Tjuntjun, Ade, belum terlalu tua untuk meraih kembali Juara All England atau Juara Dunia.

6.       Supaya record, orang yang paling tua yang pernah menjuarai All England dapat direbut, disamping record pemain termuda yang sudah dipegang Rudy (?).

7.        Supaya kita tidak bersikap seperti “De beste stuurlui staan aan wal.”  Artinya, “Jangan hanya pandai bicara, tetapi ’bicaralah’ dengan perbuatan yang kongkrit.”

8.       Supaya kita tidak mengucurkan air mata, jika menderita  kekalahan. Apa kita tidak dapat mengakui kehebatan lawan dan kelemahan diri sendiri?

9.       Supaya waktu  Team menderita kekalahan, mereka justru membutuhkan penyambutan kita yang hangat. Apa kita lupa, tak dapat menghormati pahlawan-pahlawan kita yang “gugur”, yang pernah kita kalungi, ciumi, disanjung-sanjung, diarak-arak?

10.   Kepada Rudy, King, Christian, Ade Ie, Tjuntjun, Vera, Ivana, Imelda dan seluruh anggauta regu berikut mereka yang hanya di TC-kan, kepada semua ex anggauta Regu Bulutangkis kita, para pelatih dan Team Manager:

Jika Prakash, Pri, Kops, Wong, Koppen, Gilks, Hiroyuki merelakan diri untuk menderita  seratus kali kegagalan untuk mencapai puncak All England/Dunia dan lagi-lagi gagal lagi, semoga anda diberi kekuatan untuk mendukung dan tidak putus asa, walaupun harus menderita sampai lebih dari seribu kali kegagalan.

Begitu saya tulis, April 1980

Catatan:

Surat Pembaca ditolak, tidak dimuat di surat kabar, tapi dikirim dan mendapat balasan dari Pembina TC bulutangkis:
… Setiap harinya puluhan surat yang masuk ke alamat pemain dan pembina bulutangkis kita. Tetapi  pendapatnya dan kecamannya memang berbeda-beda.

Untuk ini, atas nama mereka, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, bahwa dewasa ini, saya tetap berbesar hati sebab ternyata masih ada banyak penggemar yang memberikan dukungan dan bahkan dapat mengerti secara mendalam keadaan, suasana, situasi dan pengorbanan anak-anak kita. Di antaranya Bpk Chew, kami anggap positif, justru hal-hal yang demikian sangat kami butuhkan untuk menghadapi World Cup y.a.d.

Tahir Djide
Pembina TC 15/4-‘80

Rudy Adalah Rudy

Rudy Adalah Rudy

Rudy adalah Rudy, tetap Rudy

Rudy tidak lebih kecil dari Rudy,
Walau dikalahkan dan dicemoohi;

Rudy tidak lebih besar dari Rudy,
Walau juara Dunia dan dipuji.

Janganlah kau berkecil hati.
Ketika hanya Rudy Hartono dari regu Thomas Cup dikalahkan Svend Pri di kandang sendiri.



Kompas, Juni 19, 1973

Penyedap Nomor Satu



     Penyedap Nomor Satu

Sehat, senang, lapar adalah penyedap nomor satu.

Monday, August 29, 2016

Paling Berat, Sulit Ditolak

     Paling Berat, Sulit Ditolak

Paling berat, paling sulit adalah kalau sampai mesti menolak mengabulkan permintaan orang-orang yang baik pada kita, orang-orang yang paling dekat.

“Datang dong pada malam reuni.” Begitu rayu kawan dekat.

“Eh, eh, eh, … Sorry ya, saya engga bisa.” Begitu jawabannya, maksudnya ‘engga mau’.

Mendulukan Orang lain Atau Diri Sendiri?

 Mendulukan Orang lain Atau Diri Sendiri?
Orang berkata: memikirkan, mementingkan orang lain dulu membuat orang bahagia.
“Jika seorang ibu rela mengorbankan dirinya  demi anaknya, seorang ayah demi keluarga atau negaranya, … apa mereka tidak memikirkan orang lain lebih dulu?” kata si Upik.
“Tentu tidak.” Kata si Boy. “Mereka melakukan itu demi keinginan diri mereka lebih dulu. Berbuat begitu datangnya dari keinginan, dorongan diri mereka untuk menyelamatkan kesayangan mereka. Itu membuat mereka bahagia, tidak menyesal, meski mengorbankan diri mereka. Ini bukan egois.”  
“Apa kamu ingin orang menikahi Upik, demi kebaikan, kebahagiaan Upik?”
“Tentu tidak” kata si Upik “karena ia tentu tidak mencintai aku, kecuali kalau ia inginkan itu demi keinginan dirinya sendiri.”
“Nah, dengan demikian, kita tidak bisa mencintai seorang, ayah, ibu atau anak demi mereka,” kata si Buyung.
“Jangan menyanyi, berlatih demi saya, demi gereja, demi Tuhan. Itu cuma omong besar. Nyanyi, berlatihlah demi keinginan dirimu sendiri.” Begitu kata Sang Pemimpin Paduan Suara pada anggauta-anggautanya.   
“kalau disuruh mencintai sesama  sebagaimana diri sendiri dan mengasihi Tuhan diatas segala-galanya, sebagaimana ditulis di Bijbel, itu diluar kemampuanku. Ha. Ha.” Begitu kata  si Boy.
Oktober 2008

Tuesday, August 23, 2016

Si Benji

Si Benji
Si Benji begitu jelek, ia amat senang, tidak malu kalau ia diajak jalan-jalan, maklum, tidak ada satu anjingpun yang membuang muka jika berjumpa dengannya.
Kalau diberikan tidak akan ada satu orang yang mau menerimanya. Namun si Upik tidak mau menukarnya dengan anjing yang paling bagus di seluruh dunia dan tak akan menjualnya seharga berapa pun.  Dia begitu disayangi meskipun begitu jelek.
“Lalu apa harganya disayangi, dicintai kalau hanya karena ia, bulunya bagus, orang itu uangnya banyak, atau cantik?” Begitu kata dia.

Friday, August 19, 2016

ABRI Pengayom Rakyat

    ABRI Pengayom Rakyat
Kami tercekam ketakutan mengingat nasib, jiwa seluruh penghuni, tanggal 14 Mei 1998, ketika melihat asap kebakaran di sekeliling dan bayangan para perusuh yang makin mendekat. Apa lagi, betapa takut, sedihnya mereka  yang benar-benar mengalami, melihat pemerkosaan, penjarahan,  dan pembakaran toko,  tempat tinggal mereka, tanpa bisa berbuat apa-apa. Ah, adanya aparat keamanan ABRI terasa amat menyejukkan,  menenangkan. dan patut disyukuri.
Dan saya lalu teringat sukacita, kebahagiaan, kebanggaan seluruh bangsa tatkala ABRI dengan gemilang berhasil menyelamatkan para sandera di Timika, Irian Jaya. Siapa yang bisa melupakan itu?
Tetapi bagi para prajurit yang gugur dalam tugas melindungi, mengayomi rakyat dari amukan, perusakan, penjarahan, pembakaran oleh kaum perusuh hampir tidak terdengar apa-apa.  Tiada pengheningan cipta, tiada pembacaan puisi, tidak  dikecam, disesalkan masyarakat dan pers luar negeri.
Untuk para pahlawan yang gugur itu dan para korban kerusuhan yang dinodai, yang mati sia-sia tanpa kesalahan apa-apa, untuk mereka yang cenderung terlupakan ini, bendera batin saya berkibar ... setengah tiang.                                                                                                    
Dimuat Suara Karya 19 Juni 1998

Lamunan Arif

 Lamunan Arif

Ah,  Upilah ingatan yang pertama,  ketika  terjaga dan  Upilah ingatan yang terakhir, sebelum  tertidur. Upi membuatnya menjadi pujangga, hatinya bernyanyi.
.
Dimana ada Upi, disanalah firdaus, surga.
                                     
Juli 1996

Nyanyian Upi

  Nyanyian Upi

Janji, sumpah, ikrar, cincin kawin Arif, biarlah dimiliki  wanita lain.
Tetapi  Upilah yang dirindukan,  dinyanyikan, dicintai.

Bagaikan burung ia tidak dikurung, tapi bebas bersarang di hatiku.

Upilah pemiliknya.
                                  

Juli 1996

Seks Adalah Karunia Alam

.      Seks Adalah Karunia Alam

Seks adalah karunia alam, bukan aib.

Dalam  falsafah Cina, "Yin" adalah  yang  bersifat feminin, perempuan, betina, sedangkan "Yang"  adalah yang bersifat maskulin, laki, jantan.

Dimana Yin dan Yang berpadu, disitulah Surga.


Dimuat Media Indonesia 28 Maret 1990

Bagai Bunga Di Atas Cikar

    Bagai Bunga Di Atas Cikar

Meskipun ia cuma seorang wanita yang keliling menjual minuman jamu gendong, tanpa sandal, berpakaian sederhana, jalan kaki diterik matahari, pulang kampung ngompreng dengan lincah naik cikar, tanpa berhenti dulu, tanpa permisi dulu.
Ah, betapa manis, bagai bunga ia berdiri di atas cikar itu, tak kurang dari seorang ratu kecantikan yang bersenyum-senyum, melambaikan tangannya kanan, kiri naik Mercy.
Pak sais tak disangka-sangka ketiban rejeki. Itu dulu sekali.

Desember 1973

Yah Ngeliat Doang

 Yah Ngeliat Doang
Mengenang Si Unyil waktu masih kecil.
“Yah, sebentar kita mau pergi makan es krim?”
“Liat aja nanti” kata ayahnya.


“Yah, ngeliat doang.” Kata si Unyil dengan kecewa.

Wednesday, August 17, 2016

Boleh Tawar Pak?

 Boleh Tawar Pak?

“Pak, berapa duit sayuran itu?”

Kata Pak Tani: “Rp. 50, - aja.”

“Boleh tawar Pak?”

“Boleh.”.

“Bagaimana kalau Rp. 200.- aja, karena itu terlalu murah. Pak. Naikin dong.”

“Oh, jangan, itu kemahalan. Kalau begitu biarin saya naikin menjadi Rp. 75.- itu udah lebih dari cukup, pak. Engga bisa dinaikkin lagi harga mati.” kata Pak Tani.

“Bagaimana kalau Rp. 175.-?”

“Ngga bisa.”
Setelah “bertengkar”  akhirnya mereka sepakat jadi Rp. 150.-

Alangkah bahagianya Pak Tani dan bapak itu atas pertengkaran, penawaran sengit begitu, Tapi itu hanya terjadi dalam khayalan saya.

Oktober 1974

Yang Mana Lebih Berharga?


     Yang Mana Lebih Berharga?

Andaikan tidak ada apa-apa lagi dalam dunia ini selain sebutir padi dan sebuah Mercedes, yang mana lebih berharga?

Aku


     A k u

Aku, sesama semua mahluk, seluruh kehidupan.
Aku anak alam.