Monday, August 17, 2015

Kisah Sebuah Hadiah Natal


Kisah Sebuah Hadiah Natal

Bahagia, mengenang cucunya  berseri ketika membuka hadiah  natalnya, meski hanya berisi  empat  butir "jelly" (agar-agar) sekecil kue mangkok. Mengenang pembantu rumah tangga gembira karena ikut kebagian rezeki,  sampai  si Choki pun  tidak  ketinggalan. Betapa lahapnya kucing itu menikmati kado natalnya berupa  seekor  ikan.   Teringat  sambutan  hangat anjing-anjingnya,  ketika pulang dari  mengunjungianak-cucu, sebagai hadiah natal baginya ...

Eh,  apa itu yang tergantung begitu saja  diudara? Pak  Arif  tersentak  dari  lamunannya.   Ternyata seekor burung yang terlibat benang yang  terentang diantara dua pohon berseberangan di jalan  Merdeka Barat. Wah, masih hidup lagi. Coba ia tidak  lewat disitu,  ia menggerutu. Syukur-syukur  orang  lain saja mau menolongnya.

Terlintas  dalam benaknya mobil pemadam  kebakaran dengan  tangganya yang panjang,  tapi  mustahillah kalau mereka mau datang. Atau menilpon perkumpulan penyayang  binatang,  andaikan saja  ada,  seperti yang  ada diluar negeri. Atau menggunakan  senapan angin untuk menembak putus benang itu, kalau  saja bisa  kena,   ... 

Ia  gelisah.  Sepertinya lebih  sulitlah  menolong satwa  yang  dilanda  musibah  ketimbang  manusia. Siapa  mau menolong, kecuali kalau  dibayar?  Lain kalau manusia tersesat digunung. Aparat,  masyara-kat  ramai-ramai mengirim bantuan dan media  massa gencar memberitakannya.

Dengan putranya, meminjam segulungan benang gelasan  sebuah sepeda dan bekal secuil harapan  kecil, ia  berangkat.  Wow,  bisa  dan  kuatkah  putranya membandring benang yang menjerat burung itu begitu tinggi  diantara lalulintas begitu  ramai? 

Dengan menarik  nafas dalam-dalam dan mengerahkan seluruh tenaga, cukup satu lontaran saja, benang  langsung  "del" putus dan burung itu jatuh menggelantung  di ujung benang lainnya masih cukup tinggi. Apa akal?

Mencari galah. Ketika tiba kembali dibawah  pohon, benangnya ada, tetapi burungnya, syukur sudah terbang,  menyongsong,  eh ...  merayakan  kebebasan, kebahagiaannya bersama keluarga kembali.

Pemuda yang meminjamkan dua batang gala  tersenyum mendapat persen. Hitung-hitung hadiah natal baginya yang  menganggur. Nah, berhasil membandring  alias menyelamatkan dari "vonis" tersiksa  menggelantung dan mati pelan-pelan, itu hadiah natal yang  teramat indah bagi burung ini.

Hadiah  natal,  membawa  bahagia,  berkat   kepada sesama  insan,  bisa  saja  disampaikan  sepanjang tahun. Begitu pesan pak Arif mengenang  bahagianya natal  yang  baru lalu. Meski tanpa  pohon,   tanpa nyala lilin, tanpa lagu-lagu natal yang syahdu.                    

Berita Buana, 17 Januari 1996

No comments:

Post a Comment