Si Cantik, Si Manis, Buah Manggis
“Hebat
benar, kalau alam mengatur.” kata si upik, menunjuk mata-mata sebuah
manggis. “Kalau jumlahnya lima, enam, pasti diikuti jumlah isinya yang
juga lima atau enam butir.”
“Dan … kalau saja
tahu bagaimana membukanya.” tambahnya. “Bukan dengan cara memencet
seperti membuka buah duku, melainkan dengan memotong sekeliling kulit
luarnya tanpa menyentuh isinya. Lalu membukanya dengan hati-hati,
seakan-akan membuka kotak permata dan sshh … tampaklah si Jelita di
peraduannya. Cantik bagai bunga teratai, putih, bersih bagai salju,
manis, sedap, tak dilebihi madu. Buah yang pantas untuk dipersembahkan
pada para Dewa.”
Harganya hanya Rp 400.-. Beruntung, berbahagialah,orang yang bisa menilai buah manggis begitu, saya membatin.
Mei 1997
No comments:
Post a Comment