Thursday, August 20, 2015

Makan Di Restoran Mahal?



“Nih, nasinya Rp. 5.000.-.” Kata Ibu Warteg.

"Wah, sudah termasuk lauknya, murah banget" pikir orang itu. 

Lalu saya mengkhayal:

“Bisa makan di sini bu?” tanya orang itu.

“Bisa, tuh, disitu.” Menunjuk ke pinggir jalan. 

“Bawa bangku, meja, piring, sendok, garpu, airnya sendiri. Ha. Ha. Kalau bapak sih – maksudnya saya - engga pusing-pusing bawa bangku, meja, engga perlu bawa apa-apa, cukup bawa bekalnya saja dan duduk, makan di pinggir danao.” Begitu kata Ibu Warteg.

Bayangin di restoran, kita engga usah sewa duduk, sewa ruangan, tempatnya keren, dikasih AC, lampu listrik, dilayani dan bisa berlama-lama lagi, padahal rumah, tempat, ruang orang. Engga usah masak, bawa kursi, meja, piring, sendok, garpu, gelas, bawa air minum, cuci piring, ngebersihin meja, bisa ke WC, cuci tangan, ...

Pantas kalau itu dipungut bayaran.

Jadi makan di restoran meski sangat mahal, adalah sangat murah, karena sudah termasuk layanan, kemudahan itu, apa lagi kalau di suguhi pemandangan alam yang indah seperti di Kampung Daun (Bandung) atau Lembur Kuring di Lebak Wangi (Parung), di Sampireun (Garut). Keindahannya engga bisa dibeli, engga usah dibayar. 

Kecuali menjadi sangat mahal kalau makanan dibawa pulang atau dianterin kerumah.


Januari 2011

No comments:

Post a Comment