Monday, August 29, 2016

Mendulukan Orang lain Atau Diri Sendiri?

 Mendulukan Orang lain Atau Diri Sendiri?
Orang berkata: memikirkan, mementingkan orang lain dulu membuat orang bahagia.
“Jika seorang ibu rela mengorbankan dirinya  demi anaknya, seorang ayah demi keluarga atau negaranya, … apa mereka tidak memikirkan orang lain lebih dulu?” kata si Upik.
“Tentu tidak.” Kata si Boy. “Mereka melakukan itu demi keinginan diri mereka lebih dulu. Berbuat begitu datangnya dari keinginan, dorongan diri mereka untuk menyelamatkan kesayangan mereka. Itu membuat mereka bahagia, tidak menyesal, meski mengorbankan diri mereka. Ini bukan egois.”  
“Apa kamu ingin orang menikahi Upik, demi kebaikan, kebahagiaan Upik?”
“Tentu tidak” kata si Upik “karena ia tentu tidak mencintai aku, kecuali kalau ia inginkan itu demi keinginan dirinya sendiri.”
“Nah, dengan demikian, kita tidak bisa mencintai seorang, ayah, ibu atau anak demi mereka,” kata si Buyung.
“Jangan menyanyi, berlatih demi saya, demi gereja, demi Tuhan. Itu cuma omong besar. Nyanyi, berlatihlah demi keinginan dirimu sendiri.” Begitu kata Sang Pemimpin Paduan Suara pada anggauta-anggautanya.   
“kalau disuruh mencintai sesama  sebagaimana diri sendiri dan mengasihi Tuhan diatas segala-galanya, sebagaimana ditulis di Bijbel, itu diluar kemampuanku. Ha. Ha.” Begitu kata  si Boy.
Oktober 2008

No comments:

Post a Comment