Thursday, August 11, 2016

Kaum Laki Akan Berkabung

Kaum Laki Akan Berkabung               

Seingat saya waktu itu, Jakarta termasuk tiga besar dunia sebagai kota paling berpolusi.

Pernah ada iklan raksasa layanan masyara­kat,  sebesar  satu halaman penuh dengan gambar  seorang "gadis" entah  dengan moncong atau belalai gajah, berkaki kuda di  sebuah harian sebagai peringatan.

Pikiran pertama yang terbayang begitu melihat rupa  gadis masa  depan akibat polusi itu, ialah bahwa tidak akan  ada  satu pun orang laki-laki yang mau mencumbu-rayu apa lagi menikahinya.

Iklan itu di tahun 1997. Anda mungkin belum lahir atau paling-paling berumur menjelang remaja di waktu itu untuk bisa merasa tercengang, terkejut.

Entahlah di kota Negara mana orang memarkir mobilnya secara tegak lurus guna menghemat tempat parkir karena memban-jirnya kendaraan pribadi.

Tergelitik  perasaan  saya  untuk  menantang imaginasi  para insinyur. Bagaimana kalau menciptakan mobil  yang serba   -Three atau lebih – in One, demi mengurangi pemakaian kendaraan dan polusi.

Digulung kap dan ditekuk joknya menjadi mobil pengangkut barang, diangkat  rodanya seperti roda kapal terbang, menjadi  kendaraan air, ditarik keluar badannya seperti kotak geretan, menjadi rumah yang bisa dibawa kemana mana,  baling-balingnya didongakkan keatas, menjadi baling-baling untuk  mengudara, ...

Apa  lagi  jika mobil itu bisa dijalankan, cukup  dengan  mengisi air.  Non-polusi. Selain mengangkat gengsi bangsa di mata  dunia, temuan-temuan  yang tidak tanggung-tanggung itu pasti  akan  laku keras, asal saja terjangkau kantong masyarakat kecil.  

Tetapi  jauh lebih penting dan menggembirakan dari  kreasi-kreasi itu,  adalah  diturunkannya jumlah penduduk agar jangan  sampai anak-cucu  kita  tenggelam dalam kemacetan  lalulintas,  polusi, berhimpit  dirumah  susun berko-tak-kotak, dalam  lingkungan  yang gersang,  tanpa  kebun, tanpa kicauan burung, tanpa  satwa  liar, karena  sudah punah, mirip kandang peternakan ayam dalam  baterai raksasa.

Mengapa membiarkan jumlah penduduk bumi kita meledak, membeludak menuju “neraka”, jika menurunkannya dengan      ber-KB  kita  bisa membangun "surga" dibumi?         

Wahai gadis-gadis impian masa kini; kami, kaum  laki laki  akan berkabung bila anda kelak berubah sampai menjadi gadis mimpi buruk masa depan  akibat  polusi.

Sebelum terlambat, kami  mengimbau calon-calon ibu: "Paling banyak, satu anak  saja demi masa depan generasi kita.”

Agar generasi tetap  ayu, tampan, sehat, bahagia dan ..... awet-muda.                                       

April 1997

No comments:

Post a Comment