Bunga mawar, bunganya harum,
berwarna merah, warna daunnya hijau, batang-batangnya kuat dan hidup lagi.
Kalau dipikir, itu begitu cepat dibangun hanya dari tanah, air, udara dan matahari. Padahal tanah, air,
udara dan matahari tidak memiliki wangi, warna hijau, merah, bahkan
hidup itu.
Daging sapi dibuat sapi - bukan manusia - hanya dengan makan rumput,
minum air, ...
Jayakarta, 27 Oktober 1994
Komentar si Upik:
Alangkah sedihnya jika keistimewaan, kegunaan bagi manusia
itu menimpa makhluk hidup. Badak dibantai demi culanya, gajah demi gadingnya.
Melihat
tayangan anak-anak beruang diperjual-belikan di
Hongkong, sia-sia mencoba memanjat, menggigit
jeruji sangkar, agar bisa bebas, di TV, dengan maksud mau mengambil salah satu organ tubuh mereka.
Doa mereka,
“Bagaimana kalau yang kami mohon; hidup, keutuhan organ kami, justru itu
yang diinginkan anda demi kesehatan, hidup anda. Ah, bagaimana jika anda yang
ditakdirkan menjadi beruang dan kami menjadi manusia saja?”
Tersentuh
pemandangan yang begitu memelas, seorang berkata: “Tega benar orang
membangun kepuasan, kesenangan atas penderitaan, korban makhluk lain.”
Sedangkan kami
tak berdaya, tanpa perlindungan.
terbayang anak-anak manis, lucu
yang gelisah, tak berdaya dalam kurungan.
Kalau dipikir,
pohon kina seakan-akan dilengkapi sebuah laboratorium (lab) dimana
dibuat kinine, obat anti malaria tanpa pernah keliru membuat bahan lain.
Begitupun setiap pohon lainnya mempunyai lab tersendiri tanpa pernah
keliru entah ia membuat kafein misalnya.
di laboratorium atau dipabrik.
Bahan kekhasiatan , zat-zat
istimewa, warna-warna itu dengan begitu
Lab, teknologi manusia yang paling canggih pun, tak
sanggup membuat, atau mengubahnya dari bahan-bahan mati secepat dan
semudah itu.
merahdibuat parfum yang begitu harum,
No comments:
Post a Comment